“BASTRONG” Muda, Kreatif, Inovatif dan Berkarya Upaya Peningkatan Kualitas Industri Kreatif Seni Pertunjukan Pasca Pandemi CoVID-19
| padangexpo.com (Tanah Datar)
Oleh : Mhd Rhomario Adiaksa, S.Sn
Menurunnya peningkatan mutu dan kualitas Industri kreatif khususnya musik adalah salah satu faktor dampak terjadinya pandemi CoVID-19, dan juga sangat mempengaruhi penghasilan dan penurunan tingkat kreatifitas dan karya yang juga di alami oleh berbagai sektor industri kreatif dan sektor ekonomi kreatif.
Dampak menurunnya penghasilan dan pendapatan para pelaku seni pertunjukan yaitu terbatasnya ruang dimana karya / kreatifitas itu akan di gelar sangat menjadi dilema bagi para pelaku itu sendiri, seperti pelaku seni industri wedding, Cafe, festival seni, pagelaran musik dan lain sebagainya.
Bastrong kembali hadir dan diproduksi sebagai upaya nyata atau sebuah pergerakan agar fenomena ini harus cepat di pulihkan pasca pandemi CoVID-19.
Bastrong merupakan platfom performing art, ruang diskusi, kreatifitas muda-mudi dan ruang inovatif tumbuhnya karya-karya seni di kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.
Kegiatan ini di laksanakan oleh manajemen PUSAKO SAKTI MINANGKABAU dan komunitas seni pertunjukan NEGE (new generation) yang bekerja sama dengan seluruh sanggar seni, group kesenian tari dan musik, group band/acoustik dan artis lokal serta menghadirkan berbagai pemateri sesuai keahliannya.
Pelaksanaan mini event ini di gagas oleh 3 orang yaitu Mhd Rhomario Adiaksa, S.Sn dan David putra Yudha, S.Sn.,M.Sn selaku seniman dan pelaku event serta pekerja industri kreatif Sumatera Barat dan fajar Anugrah selaku musisi yang berdomisili di Bandung.
Sebelum pandemi CoVID-19, Kegiatan Bastrong ini sangat terjaga konsisten pelaksanaannya setiap akhir bulan dan pengeksekusian di tempat yang berbeda-beda dengan konsep mini event road show semenjak 5 tahun yang lalu “2017”, namun semenjak akhir tahun 2021 karena melejitnya kasus CoVID-19 di Indonesia khususnya di kabupaten Tanah Datar, event ini sempat tertunda pelaksanaannya.
Bastrong Hadir sebagai ruang tumbuh pelestarian seni khususnya seni pertunjukan agar mampu menjaga eksistensi pelakunya, karya seni dan kreatifitas yang inovatif.
Pertunjukan bastrong bertujuan agar karya seni tetap hidup dan juga merupakan kesempatan bagi pelakunya untuk menyalurkan bakat yang mereka miliki.
Menghadirkan ruang diskusi bertujuan untuk memfasilitasi berbagai persoalan seputar seni pertunjukan dan membedah ide-ide kreatif mereka demi berkembangnya seni pertunjukan di kota budaya umumnya di Sumatera Barat.
Bastrong pasca pandemi hadir dengan konsep live perfoming dan virtual, artinya setiap karya juga di record sebagai upaya lain pulihnya ekonomi para pelaku seni agar eksistensi dan nama baiknya tetap terjaga dengan memanfaatkan platfom digital seperti youtube dan lain sebagainya. kesempatan bisa saling sharing dan diskusi juga capaian utama dalam pelaksanaan bastrong, sebagai ilmu dan pendidikan seni bagi masyarakat setempat dan penikmatnya.
Dengan harapan mampu memberikan dampak bagi sektor ekonomi kreatif lainnya, karena bastrong hadir tidak meluluh sebagai hiburan tetapi juga perihal nilai manfaat seni pertunjukan itu sendiri. Berkolaborasi dengan dinas pariwisata sebagai wujud peduli dan berperan dalam program pemerintah dalam pencapaian TANAH DATAR KOTA PERTUJUKAN, di sisi lain sangat memberikan keuntungan bagi pelaku UMKM di bidang kuliner yang hadir dan mendirikan standnya untuk promosi dan jualan produk di lokasi pelaksanaan BASTRONG, dengan adanya Bastrong pasca pandemi besar harapan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke pusek jalo pumpuan ikan (tempat dimana suku di minangkabau berasal) Kabupaten Tanah Datar. (Dwi/d13)
