Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/BPBD Payakumbuh Dorong Mitigasi Inklusif, Siswa SLB Dilatih Evakuasi Hadapi Bencana
Payakumbuh

BPBD Payakumbuh Dorong Mitigasi Inklusif, Siswa SLB Dilatih Evakuasi Hadapi Bencana

By admin@domi
08/04/2026

padangexpo.com // Payakumbuh

Upaya membangun sistem penanggulangan bencana yang tidak meninggalkan siapa pun mulai digencarkan di Kota Payakumbuh. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menggelar sosialisasi mitigasi bencana sekaligus simulasi evakuasi bagi guru dan siswa SLB B Aua Kuning, Payakumbuh Selatan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, yang menekankan pentingnya mitigasi bencana berbasis inklusivitas—sebuah pendekatan yang menempatkan kelompok rentan sebagai subjek aktif, bukan sekadar objek perlindungan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, menegaskan bahwa pendekatan khusus menjadi keharusan dalam membekali penyandang disabilitas menghadapi situasi darurat.

“Kegiatan ini sangat spesifik dan penting. Siswa SLB memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, maupun sensorik, sehingga membutuhkan metode penanganan yang berbeda dalam kondisi bencana,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, kelompok disabilitas kerap berada pada posisi paling rentan saat bencana terjadi, terutama karena hambatan dalam merespons situasi secara cepat.

“Dalam kondisi darurat, mereka berpotensi mengalami kesulitan untuk bertindak. Karena itu, kami hadir tidak hanya memberi pemahaman, tetapi juga keterampilan dasar penyelamatan diri,” tegasnya.

BPBD tidak berhenti pada penyampaian materi. Simulasi evakuasi menjadi inti kegiatan, memastikan peserta tidak hanya paham secara teori, tetapi juga siap secara praktik.

“Kami latih langsung agar siswa dan guru terbiasa. Tujuannya sederhana tapi krusial: tidak panik, tahu harus berbuat apa,” kata Devitra.

Kegiatan yang digelar pada Senin (6/4/2026) itu diikuti 50 siswa dan 12 guru selama lebih dari tiga jam. Materi disusun sederhana dan aplikatif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Narasumber dari Tim Pusdalops PB BPBD Kota Payakumbuh, Meri Handayani, menjelaskan bahwa pembelajaran difokuskan pada pengenalan kelompok disabilitas dalam konteks kebencanaan, penanganan kelompok berisiko tinggi, serta penyusunan rencana evakuasi yang ramah disabilitas.

BACA JUGA :  Perumda Tirta Sago Kota Payakumbuh Toreh Prestasi Bergengsi Peringkat ke II Dalam Ajang Indonesia Water Forum 2022

“Simulasi menjadi bagian paling penting. Kami latih evakuasi mandiri dan evakuasi internal di lingkungan sekolah agar peserta punya gambaran nyata saat bencana terjadi,” jelasnya.

Di sisi lain, pihak sekolah menyambut program ini sebagai kebutuhan mendesak yang selama ini belum tersentuh secara optimal. Kepala SLB B Aua Kuning, Silvia Witvita, mengakui kegiatan tersebut membawa dampak signifikan.

“Kami sangat terkesan. Ini hal baru bagi kami, tapi manfaatnya besar dalam meningkatkan pemahaman kebencanaan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat pengetahuan siswa, tetapi juga meningkatkan kesiapan guru dalam mendampingi mereka saat kondisi darurat.

“Siswa jadi lebih paham, guru pun lebih siap mengarahkan,” katanya.

Tak berhenti di satu kegiatan, pihak sekolah berencana menjadikannya agenda rutin setiap tiga bulan. Bahkan, langkah konkret langsung disiapkan, mulai dari penyusunan jalur evakuasi sesuai standar hingga penguatan aspek keselamatan bagi siswa yang tinggal di asrama.

Langkah BPBD Payakumbuh ini menjadi penegasan bahwa mitigasi bencana tidak boleh eksklusif. Di tengah ancaman bencana yang tak bisa diprediksi, kesiapsiagaan harus merata—termasuk bagi mereka yang selama ini kerap luput dari perhatian(Ken)

Views: 170
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Zulmaeta Bawa “Paket Lengkap” Usulan Payakumbuh ke Musrenbang Sumbar 2027

Next

Meriahkan HUT ke 113 Kabupaten Solok, Dekranasda Kolaborasi Bersama Pengrajin Tenun Lokal Untuk Hadirkan Cinderamata Pada Rapat Paripurna

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,143)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,744)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,424)

TERBARU

  • Polres Payakumbuh Sita 16,83 Gram Sabu, Target Operasi Dibekuk di Bengkel
  • Operasi Patuh Singgalang 2026 Dimulai, Polres Payakumbuh Tekankan Keselamatan dan Penegakan Hukum Humanis
  • DPRD Padang Panjang Kawal APBD 2027 Rp495,47 Miliar, Perkuat PAD dan Dorong Belanja Berpihak kepada Rakyat
  • Berangkat dengan Biaya Sendiri, Gienno Soundana Borong 4 Medali di Malaysia, Zulmaeta Sentil Pendampingan Atlet
Copyright 2026 — Padang Expo