Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Buka Rakor Percepatan Penurunan Stunting 2024, Pj Wako Payakumbuh Sampaikan Ini
Payakumbuh

Buka Rakor Percepatan Penurunan Stunting 2024, Pj Wako Payakumbuh Sampaikan Ini

By admin@domi
08/08/2024

Padangexpo.com,Payakumbuh — Guna mewujudkan komitmen Pemerintahan Kota dalam upaya penanggulangan dan pencegahan stunting di Kota Payakumbuh, maka digelar rapat koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Payakumbuh Tahun 2024. Rakor yng berlangsung dia aula pertemuan ngalau indah lantai III kantor walikota Payakumbuh itu dibuka secara resmi oleh Pj. Wali Kota Payakumbuh, Rabu (7/8/2024).

Dalam arahannya, Pj. Wali Kota Payakumbuh menyampaikan sesuai dengan strategi nasional dalam penanggulangan stunting telah ditetapkan 5 (lima) pilar pencegahan stunting yaitu komitmen dan visi kepemimpinan, kampanye nasional dan komunikasi perilaku, konvergensi koordinasi dan konsolidasi pusat dan daerah dan desa, ketahanan pangan dan gizi, pemantauan dan evaluasi.

Dijelaskannya, ada 2(dua) aksi yang dilaksanakan pada program percepatan penurunan stunting yaitu aksi 1(satu) identifikasi sebaran stunting (analisis situasi) ketersediaan program, dan kendala pelaksanaan intergrasi intervensi gizi dan aksi 2 (dua) menyusun rencana kegiatan (program/kegiatan) untuk meningkatkan pelaksanaan intergrasi intervensi gizi hendaknya sinkronisasi dengan program-program yang ada di setiap Perangkat Daerah yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting di Kota Payakumbuh dan memiliki komitmen bersama terutama tim yang dibentuk yaitu Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

“Terkait hal ini saya meminta intervensi stunting tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan saja, tetapi dilaksanakan secara bersama-sama karena tingkat keberhasilan program ini sangat mempengaruhi sektor non kesehatan dalam hal ini juga perubahan perilaku masyarakat,” ucap Dafrul Pasi, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra.

Lebih lanjut, Dafrul sampaikan harapannya kepada semua peserta Rakor, agar secara bersama stakeholder untuk melakukan inovasi-inovasi.

“Hal ini agar upaya dalam pemenuhan gizi masyarakat terutama bagi mereka yang rentan stunting seperti Ibu hamil, Anak balita dan Gizi bisa terpenuhi. Dan untuk sistem pelaporan dari Perangkat Daerah, saya berharap supaya disampaikan tepat waktu demi kelancaran pekerjaan percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan secara holistik, integratif dan berkualitas yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilakukan secara konvergen melalui kerjasama multisektor,” jelas Dafrul mengakhiri arahannya.

BACA JUGA :  DPRD Payakumbuh Apresiasi Penetapan Pasangan Zuzema Sebagai Walikota dan Wakil Walikota

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dalam laporannya memberitahukan bahwa menurut data SSGI (Survei Studi Gizi Indonesia) di Sumatra Barat angka prevelensi stunting tahun 2022 berada di angka 11,3 persen dan di Kota Payakumbuh di tahun yang sama 6,2 persen, berlanjut tahun 2023 berada di angka 4,1 persen, dan tahun 2024 diangka 2,20 persen. Untuk target keseluruhan dari pemerintah secara nasional dapat menurunkan angka stunting tahun 2024 agar berada diangka 14 persen.

Ditambahkannya, adapun kegiatan yang telah dilaksanakan tahun 2022 antara lain pelaksanaan 8 aksi konvergensi sebagai upaya manajerial penurunan stunting, pelaksanaan mini lokarya tingkat kecamatan, pelaksanaan rembuk stunting tingkat kecamatan, pelaksanaan audit kasus dan pelaksanaan verifikasi dan Validasi Keluarga Beresiko Stunting (KRS) dengan jumlah keluarga beresiko stunting di Kota Payakumbuh sebanyak 287,208 KRS.

Setelah dibuka Asisten I Dafrul Pasi, Rakor berlanjut dengan kegiatan penyampaian materi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Wawan Sofianto. Dan rakor turut dihadiri oleh seluruh TPPS Kota Payakumbuh. (Ken)

Views: 455
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

3.284 Guru Ngaji, Imam dan Garin se-Limapuluh Kota Terima JKK dan JKM

Next

Perkenalkan Ragam Masakan Berbahan Ikan, Pemkab Limapuluh Kota Gelar Lomba

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,100)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,724)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,400)

TERBARU

  • Kapolres Payakumbuh Sambangi Warga, Perkuat Kepercayaan dan Serap Aspirasi Kamtibmas
  • Kebakaran Dini Hari di Pakan Selasa, Rumah Ludes dan Surat Berharga Hangus
  • Festival Literasi Jangan Berhenti di Seremoni, Bupati Lima Puluh Kota Dorong Gerakan hingga Nagari
  • 49 Warga Payakumbuh Terima Bantuan ATENSI, Pemko Dorong Kemandirian PPKS
Copyright 2026 — Padang Expo