Gagal Ginjal Akut Misterius, Jangan Panik Namun Tetap Waspada.
padangexpo.com (Agam)
Penulis : dr. Muhammad Andila
(Dokter pada Puskesmas Lubuk Basung, Agam)
Gagal Ginjal Akut (GGA) Misterius yang saat ini lebih dikenal Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal menjadi perbincangan hangat di seluruh pelosok tanah air. Hal ini dikarenakan penyakit yang menyerang anak anak ini belum diketahui pasti penyebabnya, sehingga hal ini menimbulkan kekhawatiran yang luar biasa bagi para orang tua dan masyarakat secara umumnya.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang merupakan wadah perkumpulan seluruh dokter spesialis anak di Indonesia menyatakan bahwa GGA tersebut sebagai penyakit yang tidak diketahui penyebabnya dikarenakan kondisi GGA yang dialami anak anak selama ini begitu luas penyebabnya dan dari fakta yang ditemukan di lapangan pada penderita GGA saat ini, tidak ditemukan penyebab yang biasanya timbul pada anak anak dengan GGA sebelumnya.
Penyakit gagal ginjal akut progresif atipikal memiliki beberapa gejala yang dapat muncul dan perlu diwaspadai diantaranya demam, batuk/pilek, diare/muntah, dan di fase selanjutnya anak akan mengalami jumlah frekuensi buang air kecil (BAK) yang berkurang, badan membengkak, penurunan kesadaran, sesak nafas, hingga sampai ke tahap kematian.
Satu hal yang harus diwaspadai pada anak yang dicurigai mengalami GGA progresif atipikal adalah perhatian kita terhadap jumlah urin dan frekuensi BAK. Jika jumlah urin berkurang atau tidak ada sama sekali selama 24 jam dari biasanya, maka orang tua harus waspada dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan.
IDAI menegaskan bahwa GGA misterius ini merupakan masalah yg perlu terus didalami lebih lanjut, dan ia pun menghimbau agar masyrakat tidak panik berlebihan, dan tetap waspada, apabila anak menunjukkan gejala segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.
Menyikapi hal tersebut Kementerian Kesehatan mengeluarkan instruksi kepada seluruh apotek yang beroperasi diĀ Indonesia untuk sementara ini tidak menjual obat bebas dalam bentuk sirup kepada masyarakat. himbauan kepada masyarakat. Ketetapan itu tertuang dalam surat edaran No SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal. Oleh karena itu masyarakat juga dihimbau untuk menghindari pemakaian obat obatan berbentuk sirup.
Hasil penyelidikan terbaru oleh BPOM merilis beberapa nama obat yang beredar di masyarakat yang mengandung bahan cemaran Etilen Glikol. Akan tetapi, hasil uji tersebut belum dapat mendukung kesimpulan bahwa penggunaan obat sirup memiliki keterkaitan dengan kejadian GGA saat ini.
Masyarakat dihimbau jangan panik namun tetap waspada Masyarakat dihimbau jangan panik namun tetap waspada, hindari membeli obat secara bebas tanpa berkonsultasi dahulu dengan tenaga kesehatan, selalu pastikan membeli obat dari apotek ataupun toko obat yang memiliki izin, serta selalu perhatikan kemasan obat-obatan dalam kondisi baik, izin edar, dan tanggal kadaluwarsa sebelum membeli dan mengkonsumsi obat. (red)
