Green Economy di Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batu Bara

Green Economy di Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batu Bara

padangexpo.com (Sawahlunto)

Kebun buah resort Kandi yang berada di Kota Sawahlunto adalah kebun buah seluas kurang lebih 3.1 Ha yang berada di lahan bekas tambang batu bara sejak September 2010 yang di optimalkan menjadi areal reservasi (Tanah, air dan tanaman) dan di reboisasi (budidaya tanaman) menjadi sarana edukasi (pendidikan dan pelatihan) dan juga tempat rekreasi keluarga (wisata). Melalui penanaman tanaman buah-buahan (hortikultura) yang di tata dan di pelihara sehingga tidak saja hijau dan indah, namun juga produktif dan berkelanjutan.

Seperti yang di sampaikan oleh Heni Purwaningsih, S.P. M.P, Ka DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) Selasa (26/7) bahwa kebun buah ini memanfaatkan reklamasi lahan bekas tambang batu bara yang di kelola oleh PT.BA UFO menjadi ekonomi hijau dengan meningkatkan taraf ekonomi tapi tetap ramah lingkungan.

“Dengan kondisi lahan yang sangat marginal dan tingkat kesuburan kesuburannya yang rendah, memang ada upaya yang berat untuk kita explorer menjadi kebun buah. Pemanfaatan lahan reklamasi yang di kelola oleh PT.BA UPO yang sekarang kita sulap menjadi ekonomi hijau dengan meningkatkan taraf ekonomi tapi tetap ramah lingkungan, itu adalah isu yang kita angkat. Dan kebun buah ini juga merupakan lahan dan tempat untuk edukasi ekowisata atau pembelajaran dan pelatihan bagaimana mereka mengenal lebih dalam tentang tanaman buah serta lebah madu yang sudah ada koloninya di sini, dengan konsep tetap ramah lingkungan karena sudah ada lebah yang kita pertahankan disini,” ujar Heni.

Lebih lanjut lagi ungkapnya, untuk pembelajaran juga ada, mulai dari STK sampai Perguruan Tinggi dimana kebun buah ini sebagai lahan pelatihan dan praktek lapangan bagi mereka.

“Dan motivasi yang di berikan kebun buah ini kepada masyarakat tidak bisa di nilai karena lahan marginal yang sulit di olah bisa bermanfaat secara maksimal buat masyarakat luas. Terakhir, kami terus akan memberikan inovasi yang berbeda dari yang lain seperti dari sisi edukasi dan ramah lingkungan agar menjadi daya tarik bagi masyarakat dan lebih ke Agro Eduwisata,” tutur Heni Purwaningsih.

BACA JUGA :  DPC PPWI Kota Sawahlunto Resmi Dikukuhkan Ketum DPN PPWI Wilson Lalengke

Menambahkan, Efdi, S.P selaku Kepala UPTD Pembibitan Tanaman Pertanian bahwa Green economynya adalah merubah image dari lahan reklamasi bekas tambang batu bara menjadi lahan produktif sinergisitas antara tanaman hortikultulra dengan madu galo-galo (Stingless Bee) atau lebah tanpa sengat.

“Kebun buah ini unik, kita bisa bicara reklamasi lahan bekas tambang batu bara dengan langsung melihat lokasinya, selanjutnya lahan reklamasi ini kita manfaatkan menjadi lahan produktif dengan penanaman tanaman buah yang menghasilkan nektar, yang kita manfaatkan polen serbuk sarinya menjadi madu dan getahnya itu kita manfaatkan menjadi propolis.

Untuk itu, kita juga membudi dayakan lebah madu tanpa sengat ( Stingless Bee) atau di sebut juga lebah galo-galo.

Jadi, sinergisitas antara kebun buah yang menghasilkan nektar dan lebah madu galo-galo merupakan salah satu daya tarik bagi pengunjung,” ungkap Efdi.(Dwi)