Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Limapuluh Kota/Harkitnas di Limapuluh Kota: Ancaman Bangsa Kini Bukan Penjajahan, Tapi Krisis Digital
Limapuluh Kota

Harkitnas di Limapuluh Kota: Ancaman Bangsa Kini Bukan Penjajahan, Tapi Krisis Digital

By admin@domi
20/05/2026

padangexpo.com // Limapuluh Kota

Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 secara khidmat di halaman Kantor Bupati Limapuluh Kota, Rabu (20/5/2026). Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, peringatan tahun ini tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi alarm serius menghadapi ancaman baru di era digital.

Bupati Limapuluh Kota H. Safni bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, unsur Forkopimda, kepala OPD, ASN, serta para pelajar di lingkungan Kabupaten Limapuluh Kota.

Dalam amanatnya, Bupati Safni membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid, yang menegaskan bahwa makna kebangkitan nasional hari ini telah bergeser mengikuti tantangan zaman.

“Jika dahulu pahlawan kita berjuang merebut kedaulatan teritorial melalui gerakan intelektual Boedi Oetomo 1908, maka hari ini tantangan kita adalah kedaulatan informasi dan transformasi digital. Kebangkitan berarti keberanian melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan,” ujar Safni membacakan pidato menteri.

Pidato tersebut menyoroti ancaman serius ruang digital terhadap generasi muda. Pemerintah pusat, kata Safni, kini mengambil langkah tegas untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial dan platform digital berisiko tinggi.

Salah satu langkah konkret yang disampaikan dalam upacara itu adalah penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS.

Melalui aturan tersebut, sejak 28 Maret 2026 pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform digital tertentu demi menciptakan ruang siber yang sehat, aman, dan beretika.

Isu kedaulatan digital menjadi pesan sentral dalam peringatan Harkitnas tahun ini. Pemerintah menilai, ancaman terhadap bangsa tidak lagi hanya berbentuk agresi fisik, tetapi juga infiltrasi informasi, disinformasi, hingga degradasi moral generasi muda akibat ruang digital yang tidak terkendali.

BACA JUGA :  Buka FKP Ranwal, Bupati Sampaikan Prioritas Pembangunan Limapuluh Kota

Selain menyoroti perlindungan anak di dunia digital, pemerintah juga mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Harkitnas sebagai momentum mempertegas arah pembangunan nasional melalui Asta Cita, delapan misi besar pembangunan Indonesia.

“Mari jadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api Boedi Oetomo dalam setiap lini kehidupan,” ujar Safni mengakhiri sambutan menteri.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris almarhum Yudianto, pekerja SPPG Guguak VII Koto Talago Yayasan Pondok Pesantren Arrisalah Paok Lombok.

Santunan senilai Rp42 juta tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Safni sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial bagi pekerja dan keluarganya(Ken)

Post Views: 179
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

GPM Payakumbuh Diserbu Warga, Pemko Tekan Harga Pangan Jelang Idul Adha

Next

Pemko Payakumbuh Percepat Digitalisasi Pengadaan, Seluruh Belanja Pemerintah Didorong Masuk e-Katalog Versi 6

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,288)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,566)
  • REDAKSI (5,066)

TERBARU

  • Senapan Angin Goppul Night Furry untuk Koleksi dan Olahraga Menembak
  • Mewakili Wako Payakumbuh, Sekda Rida Ananda Iringi Perjuangan Muhammad Ariq Saputra Rebut Medali Emas Nomor Tunggal Putra Cabor Pickleball
  • Dukung Tim Futsal Payakumbuh, Wako Zulmaeta Apresiasi Kontingen yang Sukses Raih Kemenangan Kedua Tundukkan Sawahlunto 2-1
  • Turut Belasungkawa, Wako Zulmaeta Sampaikan Duka Mendalam Sekaligus Apresiasi Kepada Ayahanda Wabup 50 Kota Ahlul Badrito Resha
Copyright 2026 — Padang Expo