Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Padang Panjang/Kadis Kesehatan dr. Faizah: Program MBG Padang Panjang Dihentikan Sementara
Padang Panjang

Kadis Kesehatan dr. Faizah: Program MBG Padang Panjang Dihentikan Sementara

By admin@domi
09/10/2025

padangexpo.com // Padang Panjang

Imbas dari kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan pelajar SD dan SMP di Kota Padang Panjang, kegiatan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kota itu untuk sementara waktu dihentikan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Panjang, dr. Faizah, saat menjawab pertanyaan awak media, Rabu (8/10/2025).

“Penghentian sementara dilakukan sampai keluarnya hasil uji laboratorium dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Padang, serta setelah diterbitkannya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang Panjang,” ujar Faizah.

Meski dapur SPPG dihentikan sementara, Faizah menegaskan program MBG tetap berjalan.
“Selama masa penghentian ini, MBG tetap dilaksanakan dengan mengganti menu menjadi makanan dan minuman dalam kemasan, atau produk cepat saji,” jelasnya.

Lebih lanjut, Faizah menerangkan, sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025 tentang Percepatan Penerbitan SLHS untuk SPPG pada Program MBG tertanggal 1 Oktober 2025, seluruh SPPG yang telah beroperasi namun belum memiliki SLHS diwajibkan untuk mengurusnya paling lambat satu bulan sejak surat edaran tersebut diterbitkan.

“Sebelum SLHS diterbitkan, harus ada rekomendasi dari Dinkes Padang Panjang berdasarkan hasil uji beberapa indikator di dapur SPPG. Sampel uji sudah kami kirim ke Labkesda pada Rabu (1/10/2025) lalu,” jelasnya.

Faizah menambahkan, kasus dugaan keracunan makanan tersebut juga telah direspons oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Kepala Dinkes Sumbar, dr. Aklima, MPH, turun langsung meninjau dapur SPPG MBG di Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur, pada Rabu (8/10/2025).

Dalam kunjungan itu, Aklima menginstruksikan Dinkes Padang Panjang agar memperketat pengawasan terhadap seluruh dapur SPPG setiap hari, atau minimal satu kali dalam seminggu, serta mempercepat penerbitan SLHS.

BACA JUGA :  Pengukuhan FJKIP Padang Panjang Bergeser dari Rencana Semula, Ini Penjelasan Supriyanto

“SPPG wajib mengikuti seluruh arahan dan instruksi Dinkes Padang Panjang melalui Puskesmas Gunung, serta melakukan sosialisasi kepada pihak sekolah mengenai pemeriksaan organoleptik, yaitu penilaian kualitas makanan menggunakan pancaindra untuk menilai rasa, bau, warna, tekstur, dan bentuk sebelum dikonsumsi,” tambah Faizah.

Sementara itu, berdasarkan data terakhir, 29 pelajar dilaporkan mengalami gejala dugaan keracunan.
Sebanyak 28 pelajar dilarikan ke RSUD Padang Panjang pada Selasa (7/10/2025), dan satu pelajar tambahan pada Rabu (8/10/2025).

“Alhamdulillah, seluruh pasien kini dalam kondisi stabil, tidak ada yang dirawat inap, dan semuanya telah dipulangkan,” ujar Plt. Direktur RSUD Padang Panjang, dr. Desi Rahmawati, saat dikonfirmasi terpisah.

Sebelumnya, pada Selasa (7/10/2025), semula dilaporkan 11 pelajar mengalami dugaan keracunan makanan. Namun hingga Rabu (8/10/2025), jumlah tersebut bertambah menjadi 29 orang.
Mereka diduga keracunan usai menyantap makanan program MBG di sekolah masing-masing.

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Wilayah dapur MBG Kota Padang Panjang menyebut dapur SPPG MBG di bawah Yayasan Ma’arif Kelurahan Ekor Lubuk dikoordinatori oleh Tasya Oktavia.
Namun hingga berita ini diturunkan, Tasya belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut(tim)

Views: 300
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Ahmad Fadly: Pariwisata Salah Satu Sektor Unggulan dan Prioritas di Tanah Datar

Next

Solok Selatan Masuk Daerah Terbaik Tekan Stunting, Wabup Yulian Efi : Ini Soal Masa Depan Bangsa!

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,102)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,724)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,401)

TERBARU

  • Santri Tak Boleh Kalah Zaman! Elzadaswarman Serukan Penguasaan Teknologi Menuju Indonesia Emas
  • Poliran Bergerak, Kapolres Payakumbuh Gandeng Disnaker Buka Akses Kerja
  • Bupati Safni Gandeng Danantara, Gambir Lima Puluh Kota Disiapkan Naik Kelas
  • Kapolres Payakumbuh Sambangi Warga, Perkuat Kepercayaan dan Serap Aspirasi Kamtibmas
Copyright 2026 — Padang Expo