Kajian Makna Filosofi Keselarasan dan Keharmonisan Yang Tercermin Dari Ukiran Itiak Pulang Patang
| padangexpo.com (Tanah Datar)
Motif ukiran Itiak Pulang Patang yang terdapat pada ukiran rumah gadang merupakan salah satu karya seni ukiran yang patut dilestarikan dari budaya Minang Kabau,Sumatera Barat. Berdasarkan namanya, motif Itiak Pulang Patang termasuk kategori motif yang terinspirasi oleh nama hewan yaitu ‘Itiak’. Nama motif ini terdiri atas tiga kata yaitu ‘Itiak’, ‘Pulang’ dan ‘Patang’. ‘Itiak’ adalah itik, ‘Pulang’ adalah ‘kembali dari perjalanan atau suatu daerah tujuan’ dan ‘Patang’ memiliki arti senja hari. Dalam konteks ini, ‘Patang’ artinya adalah senja hari. Jadi secara harfiah, Itiak Pulang Patang berarti itik yang baru kembali dari perjalanannya di waktu senja. Motif Itiak Pulang Patang ini memeliki keunikan yakni terletak pada penamaan motif itu sendiri. Itik apabila terkena lumpur dan bertelur, tidak nampak perubahan yang signifikan terjadi pada tubuhnya. Tubuhnya tetap bersih dan seimbang serta terkesan lihai dalam bergerak. Tubuhnya bulat dan terkesan lamban. Sehingga kata ‘Itiak’ yang lebih sesuai menggambarkan karakteristik budaya Minang yang tidak berubah dalam kondisi apapun.
Falsafah kehidupan itik ini dituangkan kedalaman motif atau corak Itiak Pulang Patang. Kehidupan itik digambarkan sebagai masyarakat yang suka hidup damai, saling kasih mengasihi dan menyayangi.Iitik adalah binatang yang lemah,biasanya hidup berkelompok dan sangat kukuh dalam kebersamaan. Itik mencari makan di air, sawah atau rawa-rawa secara bersama. Apabila berjalan dipematang sawah,itik akan berjalan tertib dan tidak saling dahulu mendahului. Seekor itik yang jatuh,maka itik – itik yang lain akan turun bersama menjemput temannya. Itik juga terkenal sangat gigih dalam mencari makan dari pagi hingga petang. Apabila telah dilepas dari kandang, itik akan berlarian menuju kolam,sawah,atau rawa untuk mencari makan dan ketika sudah kenyang mereka akan santai dan berjalan tertib menuju kandang.
Makna filosofis ukiran Itiak Pulang Patang ini memiliki beberapa makna diantaranya sebagai berikut: Pertama, Motif ini memiliki makna bahwa kehidupan dalam masyarakat haruslah seiya sekata, seiring sejalan dan mematuhi peraturan yang berlaku. Motif ini ingin mengajak masyarakat untuk bisa hidup bersama dan menggambarkan kerukunan masyarakat Minangkabau yang hidup dalam tatanan kegotongroyongan yang solid. Konsep hidup bersama dan saling tolong menolong sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat tradisional Minangkabau. Segala sesuatu keputusan yang menyangkut kehidupan orang banyak sangat dipikirkan termasuk kesejahteraan masyarakatnya. Dalam mencari nafkah,sesama saudara atau kawan tidak perlu saling sikut-menyikut dan saling menyingkirkan.
Kedua, Kesadaran bahwa manusia adalah bagian dari alam menimbulkan pemahaman tentang manusia dan segala macam isi alam saling berdampingan dan membutuhkan satu sama lainnya. Dibutuhkan keserasian antara satu sama lainnya sehingga kehidupan berjalan sebagaimana mestinya. Ketiga, Makna kedua yang tercermin dalam ukiran ini adalah mengenai tata pergaulan dalam kehidupan sehari-hari antar individu dalam masyarakat. Dalam konteks ini, lebih dititikberatkan pada pergaulan anak gadis Minangkabau. Bagi masyarakat Minang perempuan sangat ditinggikan posisinya sebagai Bundo Kanduang yang akan pulang sebelum larut malam layaknya itik yang pulang ke kandang bila hari sudah petang dengan sendirinya.
Keempat, keteguhan dalam menjalankan prinsip-prinsip hidup dengan kebersamaan dan kekompakan dalam masyarakat yang damai. Kedamaian hidup bersama ini mereka ambil dari falsafah kehidupan itik yang diaplikasikan ke dalam motif Itiak Pulang Patang. Falsafah kehidupan yang damai menjadi tauladan kehidupan bersama dibawah satu atap dan satu payung adat. Kehidupan satu payung adat ini terlihat apabila ada pimpinan adat atau penghulu mereka yang meninggal maka mereka sama-sama berkewajiban mengangkat kembali penghulu yang baru dengan musyawarah dan bergotong-royong tanpa ada yang merasa lebih pintar, lebih kaya atau lebih mampu dari yang lain. Kebersamaan ini menjadi awal terlaksananya acara Batagak Pangulu. Dari segi sistem pemerintahan, motif ukiran Itiak Pulang Patang bermakna keselarasan dan keharmonisan. Tata pemerintahan yang ditetapkan adalah tata pemerintahan yang rapi dan tertata sesuai kesepakatan.(dody)
