Masuk Nominasi Nasional, Sekdakab Medison Berharap TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis Terus Berkembang dan Melahirkan Gerakan Literasi Baru

Masuk Nominasi Nasional, Sekdakab Medison Berharap TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis Terus Berkembang dan Melahirkan Gerakan Literasi Baru

Padangexpo.com | Kabupaten Solok

Pemerintah Kabupaten Solok menerima kunjungan tim asesor dalam rangka asesmen wilayah Sekolah Literasi Indonesia terhadap Program Pelita 6 TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis – Hj. Syamsiar Nagari Paninjaun, Kecamatan X Koto Diatas, Jumat (6/3).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok, Koto Baru, Kecamatan Kubung tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison, Bunda Literasi Kabupaten Solok Nia Jon Firman Pandu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Eko Gunanto, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Elafki, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Hendriyanto, Camat X Koto Diatas, serta penggiat literasi dari TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis.

Bunda Literasi Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, menyampaikan apresiasi atas capaian TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis yang berhasil menembus nominasi tingkat nasional di tengah tantangan rendahnya minat baca masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Solok karena lahir dari gerakan masyarakat di tengah derasnya pengaruh digitalisasi.

“Di tengah era digital saat ini, TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis mampu menembus nominasi nasional. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Solok dan menunjukkan bahwa gerakan literasi masyarakat masih sangat kuat,” ujar Nia.

Ia juga menyoroti penggunaan teknologi digital, khususnya Android, yang dinilai turut mempengaruhi minat baca anak-anak. Menurutnya, penggunaan gawai dalam kegiatan sekolah perlu dikaji kembali, terutama pada jenjang pendidikan dasar hingga sekolah menengah pertama.

“Digitalisasi tentu kita dukung, tetapi penggunaan Android yang tidak terkontrol bisa berdampak pada menurunnya minat baca anak-anak. Bahkan tugas sekolah sekarang banyak yang langsung diarahkan mencari di Google,” katanya.

Selain itu, Nia juga mengungkapkan tantangan lain dalam dunia pendidikan di Kabupaten Solok, seperti menurunnya jumlah siswa di beberapa sekolah dasar negeri.

BACA JUGA :  Bupati Solok Hadiri Paripurna DPRD Dalam Rangka Penyampaian Nota Penjelasan Ranperda Tentang Perubahan APBD TA 2021

“Ada sekolah yang kelas satu sampai kelas tiga tidak ada murid, atau satu sekolah hanya memiliki sekitar dua puluh tiga siswa dari kelas satu sampai enam. Ini realitas yang kita hadapi,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap gerakan literasi masyarakat seperti taman bacaan masyarakat (TBM) dapat terus diperkuat dan diperluas ke berbagai kecamatan di Kabupaten Solok.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, mengapresiasi pengelola TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis yang dinilai berhasil menggerakkan literasi masyarakat secara swadaya.

Ia mengatakan keberhasilan tersebut bahkan mendapat perhatian khusus dari tim penilai nasional yang datang melakukan asesmen.

“Salah satu tim penilai dari Jakarta menyampaikan bahwa hal yang membuat mereka terkesan adalah adanya masyarakat yang secara swadaya membangun taman bacaan, menyediakan tempat, dan menggerakkan literasi dengan sumber daya sendiri,” kata Medison.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan budaya membaca di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Solok untuk terus mendukung perkembangan taman bacaan masyarakat di berbagai nagari.

“Hari ini mungkin baru satu taman bacaan yang menonjol, tetapi kita berharap ke depan akan muncul TBM-TBM lain di Kabupaten Solok yang lahir dari inisiatif masyarakat,” ujarnya.

Medison menambahkan, berdasarkan hasil survei Universitas Gadjah Mada (UGM), Sumatera Barat masuk dalam tujuh besar provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi di Indonesia.

“Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperkuat gerakan literasi, terutama bagi generasi muda di Kabupaten Solok,” katanya.

Melalui asesmen tersebut, diharapkan TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis dapat terus berkembang sekaligus menjadi pemantik lahirnya gerakan literasi baru di berbagai nagari di Kabupaten Solok. (yosep)