Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Artikel/Opini/Pokir Anggota Dewan Banyak Yang Tidak Tepat Sasaran
Artikel/Opini

Pokir Anggota Dewan Banyak Yang Tidak Tepat Sasaran

By admin@domi
27/09/2025

Oleh : Yaldi

Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan sejatinya adalah instrumen mulia. Ia dirancang untuk menjadi jembatan antara aspirasi rakyat dengan kebijakan pembangunan daerah. Namun dalam praktiknya, sering kali Pokir terjebak dalam pola yang tidak ideal: bantuan diberikan berulang-ulang kepada individu atau kelompok tertentu, meski mereka sudah tidak lagi masuk kategori prioritas.

Di sinilah letak masalahnya. Pokir yang seharusnya menyentuh kebutuhan luas masyarakat, justru berputar di lingkaran yang sempit. Dampaknya jelas: ketidakmerataan. Lebih jauh lagi, kondisi ini bisa melahirkan persepsi negatif publik, bahkan membuka ruang penyalahgunaan anggaran. Bukankah setiap rupiah uang daerah adalah hak rakyat yang mesti dibagi secara adil?

Jika Pokir hanya berpindah di antara nama dan kelompok yang sama dari tahun ke tahun, apa bedanya dengan “jatah politik”? Tentu, itu bukan lagi aspirasi rakyat, melainkan sekadar formalitas yang dikemas dengan label pembangunan.

Untuk itulah pengawasan ketat perlu hadir. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tak boleh sekadar menjadi “stempel” perencanaan, tetapi harus berfungsi sebagai filter yang objektif. Lebih jauh lagi, keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mutlak dibutuhkan untuk menutup celah potensi penyalahgunaan.

Pokir harus dikembalikan pada esensi dasarnya: menjawab kebutuhan nyata masyarakat luas. Jalan berlubang yang tak kunjung diperbaiki, irigasi yang terbengkalai, fasilitas pendidikan yang minim, hingga layanan kesehatan yang terbatas — di situlah seharusnya energi Pokir diarahkan.

Pokir bukan untuk segelintir orang, melainkan untuk kepentingan publik. Jika tidak, ia hanya akan menjadi catatan hitam dalam sejarah perencanaan pembangunan daerah

Views: 702
BACA JUGA :  Cara Menggunakan Plamir Tembok dengan Tepat sebelum Proses Pengecatan
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Ciptakan Lingkungan Sehat dan Aman, Polres Tanah Datar Luncurkan Program Kampung Bebas Narkoba

Next

Bupati Khairunas Sebut CFD Solsel Semakin Berkualitas

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,190)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,763)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,454)

TERBARU

  • Jumat Keliling di Payobasung, Kapolres Payakumbuh Ajak Warga Perangi Narkoba, Hoaks dan Investasi Bodong
  • Jumat Keliling di Suliki, Kapolsek Jadi Khatib dan Ingatkan Bahaya Narkoba
  • SAPAKU Tembus Tiga Besar Nasional, Zulmaeta: Kami Siap Dibedah, Bukan Sekadar Tampilkan Prestasi!
  • Dijemput dari Pekanbaru untuk Diedarkan di Payakumbuh, Dua Pria Diciduk dengan 2,2 Kg Ganja dan Sabu
Copyright 2026 — Padang Expo