Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Solok Selatan/Terus Berupaya Tekan Angka Stunting, Wabup Solsel Buka Kegiatan Publikasi Data Stunted Tingkat Kabupaten Solok Selatan
Solok Selatan

Terus Berupaya Tekan Angka Stunting, Wabup Solsel Buka Kegiatan Publikasi Data Stunted Tingkat Kabupaten Solok Selatan

By Pemred : Dody S
28/11/2022

padangexpo.com (Padang Aro – Solok Selatan)

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus Lakukan intervensi langsung dalam upaya penurunan angka Stunting. Terbaru, pemerintah Merilis data prevalensi balita Stunting se-Kabupaten Solok Selatan untuk selanjutnya dDilakukan penilaian oleh tim Khusus stunting.

Wakil Bupati Solok Selatan Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solok Selatan Taufik Efendi, mengatakan data tersebut berasal dari Pengukuran tinggi badan balita di Solok Selatan. Data ini nantinya akan digunakan mempertegas komitmen Pemerintah daerah dalam Penurunan stunting.

“Hasil pengukuran tinggi anak di bawah lima tahun dan Publikasi data stunting digunakan untuk memperluas komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama penurunan stunting,” Kata Taufik di Kantor Bappeda Solok Selatan, Jumat (25/11).

Pemerintah Kabupaten juga mengimbau perangkat daerah, camat, Kepala OPD, Kepala Puskesmas, dan seluruh jajaran yang tergabung dalam TPPS untuk memegang fungsi dan tanggungjawab sesuai regulasi yang diatur dalam surat keputusan Bupati Nomor 400.146 Tahun 2022 Tentang Penetapan TIM TPPS.

Selain itu, juga diharapkan untuk melakukan kerjasama yang intensif, melakukan pemantauan dilapangan Sehingga melihat langsung Kebersihan lingkungan, kondisi Dan perkembangan anak balita, Serta memberi informasi pola Asuh anak balita sebagai Bagian dari upaya pencegahan Stunting.

Dalam data yang dipublikasikan, dari Pengukuran tinggi badan 10.666 balita dengan usia 0-59 Bulan di Solok Selatan, Ditemukan prevalensi Stunting Sebesar 3,4% atau sebanyak 364 orang. Pengukuran Dilakukan di seluruh Kecamatan melalui Puskesmas.

Prevalensi stunting paling tinggi berada di Kecamatan Sangir Jujuan dengan prevalensi Sebesar 8,2% dari total 929 Dalita. Diikuti kemudian oleh Kecamatan Sangir Batang Hari Sebesar 7,7% dari total 862 Balita.

BACA JUGA :  Bupati dan Wabup Solsel Pakai Hak Pilihnya

Posisi ketiga dengan angka Balita Stunting tertinggi adalah Kecamatan Sangir Balai Janggo, dimana dari 1.249 Balita terdapat 4,1% yang Mengalami Stunting. Sedangkan posisi keempat Adalah Kecamatan Sungai Pagu dengan prevalensi 3,4% dari 2.096 balita.

Sedangkan posisi tiga Terbawah diisi oleh Kecamatan KPGD, Kecamatan Pauh Duo, dan Kecamatan Sangir dengan prevalensi secara berturut-turut 3,3% dari 1.795 balita, 1,7% dari 1.485 balita, dan 0,7% dari 2.250 balita.

Untuk diketahui, Stunting adalah anak dengan perawakan pendek yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur berada di bawah -2 SD (standar daviasi). Standar ini telah ditentukan berdasarkan standar baku WHO multicentre growth reference study tahun 2006.

Stunting ini menjadi salah satu indikator balita stunting berdasarkan Peraturaan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Di samping juga ada indikator lainnya, yakni gangguan perkembangan, gangguan gizi kronik, dan penyakit infeksi berulang.

Stunting ini memiliki dampak buruk bagi perkembangan anak. Untuk jangka pendek bisa berdampak pada terganggunya perkembangan otak dan kecerdasan, terganggunya pertumbuhan fisik, dan terganggunya metabolisme.

Sedangkan dalam jangka panjang akan berakibat pada menurunnya kemampuan kognitif, perkembangan fisik, dan prestasi, kemudian menurunnya kekebalan tubuh, dan beresiko mengalami penyakit degeneratif.

Solok Selatan telah membentuk TPPS, yang merupakan tim lintas sektor yang ditujukan untuk intervensi teknis dan intervensi sensitif atas kemungkinan dan kasus stunting. (syahril)

Views: 572
Author

Pemred : Dody S

Follow Me
Other Articles
Previous

Serius Tangani Stunting, Bupati Khairunas Buka Kegiatan Rembuk Stunting Sekaligus Tandatangani Kesepakatan Bersama 

Next

Sikapi Kondisi Jelang Nataru Serta Dampak Kenaikan BBM, Bupati Eka Minta Seluruh OPD Terapkan 4K Strategi Hadapi Inflasi Daerah

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,143)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,744)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,423)

TERBARU

  • Polres Payakumbuh Sita 16,83 Gram Sabu, Target Operasi Dibekuk di Bengkel
  • Operasi Patuh Singgalang 2026 Dimulai, Polres Payakumbuh Tekankan Keselamatan dan Penegakan Hukum Humanis
  • DPRD Padang Panjang Kawal APBD 2027 Rp495,47 Miliar, Perkuat PAD dan Dorong Belanja Berpihak kepada Rakyat
  • Berangkat dengan Biaya Sendiri, Gienno Soundana Borong 4 Medali di Malaysia, Zulmaeta Sentil Pendampingan Atlet
Copyright 2026 — Padang Expo