Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI , Pengamat : Sinyal Positif bagi Dunia Usaha
2 mins read

Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI , Pengamat : Sinyal Positif bagi Dunia Usaha

padangexpo.com // Medan

Herianto , SE meyakini bahwa penunjukan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia ( BI ) periode 2026 – 2031 memang diarahkan untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat antara kebijakan fiskal ( pemerintah ) dan moneter ( Bank Sentral ) , berfungsi sebagai stimulus bagi pertumbuhan ekonomi nasional .

Penguatan koordinasi diperlukan agar kebijakan moneter yang lebih longgar dapat direspons optimal oleh sistem perbankan dan diteruskan ke dunia usaha .

Berdasarkan Data Bank Indonesia , BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 150 basis poin sejak September 2024 . Namun , transmisi kebijakan tersebut ke sektor riil berjalan relatif lambat .

Setiap penurunan BI Rate sebesar 1% bunga kredit modal kerja tercatat hanya turun sekitar 0,27 % dalam enam bulan dan maksimal 0,59 % dalam jangka waktu hingga tiga tahun .

” Saya optimis Thomas Djiwandono mampu menyelaraskan kebijakan moneter BI dan kebijakan fiskal pemerintah menjadi kunci agar penurunan suku bunga benar – benar berfungsi sebagai stimulus bagi pertumbuhan ekonomi nasional .” Kata Herianto , SE rilis berita yang diterima awak media , di Medan , 01/02/2026 .

Pengamat ekonomi ini mengatakan , kebijakan suku bunga rendah merupakan salah satu alat utama yang menjadi prioritas kebijakan untuk merangsang ekonomi ( kebijakan moneter ekspansif ) .

Suku bunga kredit yang rendah mengurangi biaya pinjaman bagi perusahaan . Ini mendorong perusahaan untuk melakukan ekspansi , membeli mesin baru atau membuka cabang usaha .

” Begitu juga dengan modal yang terjangkau , investor dan pengusaha lebih berani beriinvestasi pada sektor – sektor strategis yang memicu roda ekonomi berkembang .” Ujarnya .

Herianto pun menjelaskan lebih lanjut , ketika perusahaan bergairah dan melakukan ekspansi , mereka akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja . Hal ini secara langsung mengurangi angka pengangguran .

BACA JUGA :  Kehilangan Istri, Khairuddin Siregar Naikkan Sayembara Menjadi 150juta

Dengan berkurangnya pengangguran , lebih banyak orang memiliki pekerjaan dan pendapatan . Pendapatan yang stabil meningkatkan daya beli masyarakat .

” Suku bunga rendah tidak hanya untuk korporasi , tetapi juga menurunkan suku bunga kredit konsumen ( seperti KPR / Kredit kendaraan ) ini membuat masyarakat lebih mampu membeli barang dan jasa , yang meningkatkan konsumsi agregat .” Paparnya .

Beliau meyakini kehadiran Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI mampu mensinergikan kebijakan moneter BI dan fiskal pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi .

” Tentunya kebijakan ini harus dilakukan dengan hati – hati . Jika suku bunga diturunkan terlalu rendah dan berlebihan dalam jangka waktu lama , hal tersebut dapat memicu inflasi tinggi ( kenaikan harga barang ) yang justru beresiko menurunkan daya beli kembali .” tutupnya (d79)