Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Tradisi Mauluan Bogheh Dihidupkan Kembali, Pemko Payakumbuh Perkuat Jati Diri Budaya Minangkabau
Payakumbuh

Tradisi Mauluan Bogheh Dihidupkan Kembali, Pemko Payakumbuh Perkuat Jati Diri Budaya Minangkabau

By admin@domi
02/08/2026

padangexpo.com //Payakumbuh

Pemerintah Kota Payakumbuh terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya Minangkabau melalui kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari yang kali ini mengangkat tradisi Mauluan Bogheh di Kanagarian Aua Kuniang. Kegiatan yang digelar di halaman Balai Adat Nagari Aua Kuniang, Minggu (2/8/2026), menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai adat sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta yang diwakili Wakil Wali Kota Elzadaswarman menegaskan bahwa adat dan tradisi merupakan warisan luhur yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, Payakumbuh memiliki hubungan historis yang kuat dengan perkembangan peradaban Minangkabau sehingga pelestarian budaya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan tanggung jawab bersama.

“Pelestarian adat dan tradisi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Elzadaswarman.

Ia menekankan, falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) tetap menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat Minangkabau yang relevan dalam menghadapi dinamika zaman. Karena itu, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), khususnya bidang kebudayaan, terus memfasilitasi berbagai program penguatan adat di setiap kanagarian.

Menurut Elzadaswarman yang akrab disapa Om Zet, pelestarian adat merupakan investasi sosial jangka panjang untuk menjaga jati diri masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan budaya dari pengaruh negatif globalisasi.

Program Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari niniak mamak, bundo kanduang, Kerapatan Adat Nagari (KAN), rang mudo hingga puti bungsu. Keterlibatan lintas generasi tersebut dinilai penting agar nilai-nilai adat tidak terputus, melainkan terus dipahami, dipelajari, dan diamalkan oleh generasi muda.

BACA JUGA :  Hadiri Kegiatan Batogak Panghulu, Pj Wako Rida : Tetap Lestarikan Adat dan Budaya di Payakumbuh

“Kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kemampuannya mempertahankan dan mengamalkan adat serta tradisi yang dimiliki,” tegasnya.

Pemko Payakumbuh turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, di antaranya Disparpora, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh, Bundo Kanduang, KAN, serta seluruh unsur masyarakat.

Sementara itu, Ketua KAN Aua Kuniang B. Dt. Paduko Marajo menjelaskan bahwa Mauluan Bogheh atau Mahantaan Marapulai merupakan prosesi adat yang dilaksanakan setelah akad nikah dalam rangkaian pesta pernikahan di rumah mempelai perempuan.

Tradisi ini menggambarkan kebersamaan keluarga besar dalam mengantarkan marapulai ke rumah anak daro sebagai simbol restu, penghormatan, serta penguatan ikatan kekeluargaan antara kedua belah pihak.

“Marapulai tidak datang sendiri, tetapi diantarkan oleh keluarga besarnya sebagai simbol doa, restu, dan kebersamaan dalam membangun rumah tangga yang baru,” ujar B. Dt. Paduko Marajo.

Melalui penguatan tradisi seperti Mauluan Bogheh, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap nilai-nilai adat Minangkabau tetap hidup, berkembang, dan menjadi benteng moral bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri budayanya(Ken)

Post Views: 63
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Viral Agency Solusi Tepat untuk Meningkatkan Popularitas Brand

Next

Kontes Kambing PE Wali Kota Cup 2026, Zulmaeta Pacu Peternakan Jadi Motor Ekonomi Payakumbuh

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,728)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,220)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,508)

TERBARU

  • Hujan Iringi Kepergian Yasril, Birokrat Senior Payakumbuh Tutup Usia 57 Tahun
  • Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Administrasi, Kinerja Jadi Penentu
  • Petani Berdasi Mulai Beraksi, ASN Payakumbuh Turun Tangan Kendalikan Inflasi
  • Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polres Payakumbuh Tembus 3 Besar KOMPOLNAS Awards 2026
Copyright 2026 — Padang Expo