Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Wako Zulmaeta Gaspol Layanan Dasar: Sampah, Jalan, hingga Rumah Layak Huni Jadi Ujian Kinerja OPD
Payakumbuh

Wako Zulmaeta Gaspol Layanan Dasar: Sampah, Jalan, hingga Rumah Layak Huni Jadi Ujian Kinerja OPD

By admin@domi
06/04/2026

padangexpo.com //  Payakumbuh

Zulmaeta mengirim sinyal tegas kepada seluruh jajaran: tak ada lagi ruang bagi pelayanan yang lamban dan reaktif. Dalam dialog kinerja penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan evaluasi Triwulan I 2026 di Aula Josrizal Zain, Senin (06/04/2026), Wali Kota menempatkan penyelesaian persoalan layanan dasar sebagai tolok ukur utama kinerja pemerintah.

Di hadapan Wakil Wali Kota Elzadaswarman dan Sekretaris Daerah Rida Ananda, Zulmaeta menyoroti persoalan sampah yang dinilai tak boleh lagi menjadi keluhan publik.

“Masalah sampah harus segera selesai. Jangan ada lagi keluhan masyarakat. Sebelum masyarakat beraktivitas, sampah harus sudah terangkut semua,” tegasnya—menggarisbawahi bahwa disiplin layanan adalah wajah pemerintah di mata warga.

Tak berhenti di situ, ia juga menekan percepatan penanganan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jalan, irigasi, dan drainase. Zulmaeta menolak pola kerja menunggu laporan.

“Jangan sampai ada keluhan soal jalan berlubang. Kita akan cek langsung ke lapangan. Kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama,” ujarnya tajam.

Pendekatan proaktif menjadi garis kebijakan yang tak bisa ditawar. Zulmaeta menuntut seluruh perangkat daerah bergerak sebelum keluhan muncul, bukan setelah tekanan publik datang. Targetnya jelas: menjaga tingkat kepuasan masyarakat melalui pelayanan yang sigap dan terukur.

Di sektor perumahan, ia bahkan memasang target ambisius—menghapus rumah tidak layak huni selama masa jabatannya. Sementara di sektor perdagangan, percepatan pembangunan pasar menjadi fokus, termasuk pembangunan Pasar Tradisional Ibuh Barat dan rencana pembongkaran Pasar Blok Barat demi akselerasi pembangunan.

Namun, dorongan percepatan ini tidak dilepas tanpa kontrol. Zulmaeta menegaskan pentingnya evaluasi berkala agar target tidak menumpuk di akhir tahun—penyakit klasik birokrasi yang kerap berujung pada kinerja semu.

BACA JUGA :  Bantuan Permakanan Triwulan IV Disalurkan, Jangkauan Penerima Meluas

“Target harus dievaluasi dari waktu ke waktu, jangan menunggu akhir tahun. Kita ingin hasil maksimal melalui proses yang terukur,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa aparatur sipil negara adalah mesin utama pembangunan. Tanpa kinerja optimal ASN, arah pembangunan akan kehilangan tenaga dorong.

“ASN ini ibarat mesin. Kalau mesinnya tidak berjalan baik, tujuan organisasi tidak akan tercapai. Kita butuh komitmen, inovasi, dan kolaborasi,” ujarnya.

Zulmaeta bahkan membuka ruang bagi seluruh OPD untuk mengajukan gagasan, dengan jaminan bahwa ide yang sesuai regulasi akan ditindaklanjuti—sebuah sinyal bahwa inovasi kini bukan pilihan, melainkan kewajiban.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Elzadaswarman menekankan pentingnya sinkronisasi lintas perangkat daerah. Ia mengingatkan, ego sektoral hanya akan melahirkan kebuntuan kebijakan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Mari bekerja sama, catat yang dikerjakan dan kerjakan yang dicatat. Tanpa sinkronisasi, rencana hanya akan jadi dokumen,” tegasnya.

Sekda Rida Ananda menjelaskan, dialog kinerja ini diikuti 31 kepala perangkat daerah sebagai bagian dari siklus manajemen kinerja ASN—mulai dari perencanaan hingga evaluasi dan tindak lanjut. Evaluasi Triwulan I ditargetkan rampung paling lambat 15 April 2026.

Forum ini, menurutnya, bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan ruang uji bagi capaian nyata, kebutuhan sumber daya, hingga hambatan yang dihadapi OPD di lapangan.

“Hasil dialog akan menjadi bahan perbaikan SKP dan peningkatan kinerja ke depan,” pungkasnya.

Dengan tekanan yang kian terbuka dan target yang kian konkret, satu pesan mengemuka dari Balai Kota Payakumbuh: pelayanan publik bukan lagi soal prosedur, tetapi soal keberanian menuntaskan masalah(Ken)

Views: 110
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Pertanian Tak Boleh Jalan di Tempat, Bupati Safni: Saatnya Melompat atau Tertinggal

Next

Payakumbuh Gas Perlindungan Pekerja: 83 Kader GALAMAI Diterjunkan, Kejar 68 Persen yang Belum Terlindungi

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,103)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,725)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,401)

TERBARU

  • PJKIP Peduli Kabut Asap Selimuti Padang Panjang, PJKIP Turun ke Pasar Pusat Bagikan 1.000 Masker
  • Payakumbuh Gembleng 35 Calon Kepala Sekolah, Elzadaswarman: Mutu Pendidikan Harus Naik!
  • Santri Tak Boleh Kalah Zaman! Elzadaswarman Serukan Penguasaan Teknologi Menuju Indonesia Emas
  • Poliran Bergerak, Kapolres Payakumbuh Gandeng Disnaker Buka Akses Kerja
Copyright 2026 — Padang Expo