Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Limapuluh Kota/Wujudkan Kabupaten yang Madani, Beradat, dan Berbudaya, Pokdakan Pincuran Ruyuang Wakili Lima Puluh Kota di Ajang Sumbar
Limapuluh Kota

Wujudkan Kabupaten yang Madani, Beradat, dan Berbudaya, Pokdakan Pincuran Ruyuang Wakili Lima Puluh Kota di Ajang Sumbar

By Admin Padang Expo
09/08/2022

I padangexpo.com (Limapuluh Kota) 

Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Pincuran Ruyuang, Nagari Solok Bio-Bio tampil di ajang Provinsi Sumatera Barat, dalam lomba “Pokdakan Berprestasi 2022” kategori Kelembagaan.

Prestasi Pokdakan Pincuran Ruyuang terungkap saat penilaian Tim Penilai Provinsi Sumatera Barat, dipimpin oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Dr.Ir.Desniarti, MM.

Kedatangan Tim Penilai Provinsi Sumbar disambut baik oleh Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo di Nagari Solok Bio – Bio, Kecamatan Harau pada Selasa (09/08). Turut hadir Kepala Dinas Perikanan, Mohd.Siswanto, Kepala Dinas Pangan, Ambardi, SE.,MM, Kepala Dinas Damkar, Alfian, S.STP.,M.Si, Camat Harau, Andri Yasmen, S.Sos, dan Wali Nagari Solok Bio – Bio, Andri Helmi.

Bupati Safaruddin dalam sambutannya mengatakan pembinaan pokdakan yang dilakukan melalui kegiatan lomba Pokdakan diperlukan guna meningkatkan peran kelompok dalam pelaksanaan dan pencapaian sasaran program pembangunan perikanan budidaya, terutama dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan kelompok perikanan.

Hal ini sesuai dengan visi Kabupaten Limapuluh Kota “Mewujudkan Kabupaten Limapuluh Kota yang Madani, Beradat, dan Berbudaya dalam Kerangka Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” dan misi mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi lintas sektoral yang memiliki keunggulan di tingkat lokal dan regional.

Untuk melaksanakan visi dan misi daerah ini, pemerintah daerah menetapkan program unggulan bidang perikanan yang bisa dicapai dengan memanfaatkan potensi perikanan yakni penyediaan benih ikan unggul 20 juta ekor/bulan dan pembukaan kawasan baru perikanan seluas 1.000 Ha.

“Potensi perikanan di Kabupaten Lima Puluh Kota seluas 18.954,17 Ha yang terdiri dari potensi kolam seluas 1.799,92 Ha, potensi sawah untuk Minapadi (Memelihara ikan bersama padi) seluas 13.365 Ha dan perairan umum seluas 3.789,25 Ha. Potensi tersebut baru termanfaatkan sekitar 12% dengan peluang pengembangan 88%, jika potensi tersebut dimanfaatkan secara optimal, program unggulan akan tercapai,” kata Bupati Safaruddin.

BACA JUGA :  Jadi Irup Pada Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Wakil Bupati Limapuluh Kota Bacakan Pidato Menteri Kominfo

Pada bagian lain sambutannya, Bupati Safaruddin berharap kegiatan penilaian lomba Pokdakan tingkat Provinsi Sumbar tahun 2022 dapat menjadi pendorong partisipasi aktif, evaluasi kerja dan memotivasi serta memberikan apresiasi bagi kegiatan kelompok dan kelembagaan perikanan budidaya dalam upaya pencapaian target produksi.

Sementara itu, Ketua rombongan Tim Penilai Desniarti, mengatakan ada tiga kriteria dalam penilaian lomba yakni aspek teknis, aspek ekonomi, dan aspek sosial.

“Aspek teknis menilai tentang bagaimana penyiapan kolam, kualitas benih, dan penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB). Aspek ekonomi yakni tentang analisa usaha yang dilakukan kelompok dan bagaimana perolehan keuntungan usaha. Terakhir, aspek sosial menilai tentang apakah usaha memberikan manfaat bagi kelompok dan masyarakat serta harapan usaha bisa tergabung ke koperasi agar usaha pokdakan dapat lebih maju lagi,” papar Desniarti. (Ken/rel)

Views: 511
Author

Admin Padang Expo

Follow Me
Other Articles
Previous

KUA PPAS 2023 Limapuluh Kota Resmi Diteken, Bupati Safarudin : Kepala Perangkat Daerah Segera Kelola PAD Sesuai Target yang Ditentukan

Next

Hadiri Rapat Persiapan Pelaksanaan Pelatihan, Wabup: Ratusan Guru TPQ Payakumbuh Akan Dilatih Seni Membaca Al Qur’an

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,143)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,744)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,423)

TERBARU

  • Polres Payakumbuh Sita 16,83 Gram Sabu, Target Operasi Dibekuk di Bengkel
  • Operasi Patuh Singgalang 2026 Dimulai, Polres Payakumbuh Tekankan Keselamatan dan Penegakan Hukum Humanis
  • DPRD Padang Panjang Kawal APBD 2027 Rp495,47 Miliar, Perkuat PAD dan Dorong Belanja Berpihak kepada Rakyat
  • Berangkat dengan Biaya Sendiri, Gienno Soundana Borong 4 Medali di Malaysia, Zulmaeta Sentil Pendampingan Atlet
Copyright 2026 — Padang Expo