Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Beranda
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Payakumbuh
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
Close

Search

Home/Kab/Kota/Limapuluh Kota/Ziarah ke Makam Pahlawan Lurah Kincia, M.Fajar Rillah Veski Harap Chatib Soelaiman Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional
Limapuluh Kota

Ziarah ke Makam Pahlawan Lurah Kincia, M.Fajar Rillah Veski Harap Chatib Soelaiman Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional

By admin@domi
22/10/2023

Padangexpo.com, Limapuluh Kota-Tokoh muda Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, berharap kepada Presiden Joko Widodo bersama keanggotaan Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, agar dapat menetapkan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia asal Sumatera Barat, Chatib Soelaiman, sebagai Pahlawan Nasional.

Harapan tersebut disampaikan M. Fajar Rillah Vesky, usai mendampingi Bupati Safaruddin Datuak Bandaro Rajo beserta pengurus dan Bacaleg Partai Golkar se-Limapuluh Kota, berziarah Makam Pahlawan Lurah Kincia, Situjuah Batua, Jumat pagi (20/10/2023). Dimana di makam pahlawan kabupaten tersebut, juga terdapat makam Chatib Soelaiman dan para pejuang yang gugur dalam Peristiwa Situjuah, 15 Januari 1949.

“Kita berharap kepada Bapak Presiden bersama Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, agar dapat menetapkan Chatib Soelaiman sebagai Pahlawan Nasional. Ini sesuai dengan usulan masyarakat melalui Pemprov Sumbar dan Pemko Padangpanjang, serta rekomendasi dari Pemkab Limapuluh Kota dan Pemkab Tanahdatar,” kata M. Fajar Rillah Vesky.

Menurut M. Fajar Rillah Vesky yang merupakan penulis buku “Tambiluak, Tentang PDRI dan Peristiwa Situjuah”, Chatib Soelaiman adalah pejuang yang tidak hanya menyumbangkan pikiran, gagasan, waktu, dan tenaga untuk merebut kemerdekaan Indonesia, sampai-sampai ditahan Belanda dan Jepang. Bahkan, Chatib Soelaiman merelakan nyawanya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Chatib Soelaiman, putra Sumpur, Singkarak, Tanahdatar, yang melewati masa kecilnya di Pasa Gadang, Kota Padang. Kemudian, memulai pergerakan kebangsaan dari Padangpanjang dan Bukittinggi, lalu kembali ke Padang dan meninggal di Situjuah, Limapuluh Kota, adalah tokoh sentral perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Sumbar. Sangat layak beliau ditetapkan jadi Pahlawan Nasional,” kata Fajar Rillah Vesky.

Fajar pun mengutip kenangan yang pernah disampaikan ulama legendaris Ranah Minang, Buya Hamka tentang Chatib Soelaiman. Menurut Buya Hamka, perjuangan di Sumatera Barat tidaklah dapat memisahkan nama Chatib Soelaiman, baik di zaman Belanda atau pendudukan Jepang. Apalagi zaman sesudah Proklamasi.

BACA JUGA :  Warga Baruah Gunuang Bersuka Cita, Bupati Hadiri Wisuda 50 Tahfiz Qur'an

“Bagi Buya Hamka, Chatib Soelaiman adalah pencinta tanah air sejati, loyal kepada yang di atas, setia kawan, dan keras hati. Buya Hamka juga menyebut Chatib kaya teori, penuh inisiatif, pandai merancang karya besar, tidak suka menonjolkan diri, dan rendah hati sebagai ciri pribadi yang kuat. Jiwanya mencerminkan masyarakat Minangkabau yang kuat berlandaskan ketaqwaaan dalam agama Islam,” kata Fajar.

Tak hanya mengutip kenangan Buya Hamka tentang Chatib Soelaiman, Fajar juga mengutip pernyataan mantan Gubernur Sumbar Profesor Marlis Rahman dan sejumlah sejarawan di Sumbar tentang sosok Chatib Soelaiman. Para sejarawan itu termasuk mendiang Profesor Mestika Zed, Profesor Dr. phil. Gusti Asnan, Dr Wannofri Samri, dan Siti Fatimah dari UNP.

Menurut Profesor Gusti Asnan, Chatib Soelaiman mulai berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia pada era politik represif Belanda. Selain melalui jalur pendidikan (mengepalai HIS Muhammadiyah) dan politik (menjadi pengurus Partai Permmi dan PNI Baru), Chatib Soelaiman juga berjuang melalui ekonomi (mendirikan Bumiputera).
Bahkan, Chatib juga menjadi salah satu aktor utama panggung sejarah perang kemerdekaan kemerdekaan Indonesia. Dan, Chatib pun berpulang sesudah rapat merundingkan strategi perjuangan.
Chatib Sulaiman dan puluhan suhada lainnya tewas diterjang peluru Belanda segera setelah mereka rapat merundingkan strategi menghadapi serbuan Belanda.

Kematian pada subuh 15 Januari 1949 itu membuktikan bahwa hingga akhir hayatnya, Chatib Sulaiman masih memikirkan dan ikut terlibat dalam upaya mempertahankan kemerdekaan bangsa dan negaranya. Bahkan dia rela menyerahkan jiwanya demi bangsa dan negara. “Karena itu sangat layak kiranya bila dikatakan, bahwa Chatib Sulaiman rela mengorbankan semua yang dia miliki untuk bangsa dan negara,” kata Fajar mengutip pernyataan Profesor Gusti Asnan. (Ken)

Views: 900

Tags:

Gusti AsnanM.Fajar Rillah Vesky
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Richi Aprian: Pesta Siaga 2023, Wahana Belajar Dengan Cara Menyenangkan

Next

Berlangsung Khidmat, Puncak Peringatan HSN Dipusatkan di Gor. Singa Harau

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • REDAKSI (5,125)
  • Amphibi Kawal Laporan Masyarakat Dalam Penanganan TPS Ilegal Serang Baru (4,733)
  • Penerapan Life Saving Rules di Lingkungan Kerja MIGAS (4,405)

TERBARU

  • Payakumbuh Kehilangan Iwan, Pengabdi Aset Daerah dan Pramuka yang Tetap Aktif hingga Akhir Hayat
  • Imunisasi Bayi Payakumbuh Baru 18,9 Persen, Pemko Gencarkan Program Kejar
  • Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Kapolres Payakumbuh Turun Langsung Dengar Suara Warga
  • Perumda Tirta Sago Payakumbuh Gelar In-House Training Penurunan NRW, Perkuat Efisiensi dan Kinerja Perusahaan
Copyright 2026 — Padang Expo