Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Payakumbuh/Otonomi Daerah di Persimpangan: Payakumbuh Soroti Lemahnya Sinkronisasi Pusat–Daerah
Payakumbuh

Otonomi Daerah di Persimpangan: Payakumbuh Soroti Lemahnya Sinkronisasi Pusat–Daerah

By admin@domi
27/04/2026

padangexpo.com //  Payakumbuh

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Kota Payakumbuh tidak sekadar seremoni tahunan. Momentum ini justru dimanfaatkan untuk menyoroti persoalan mendasar yang masih membayangi pelaksanaan otonomi: lemahnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Sekretaris Daerah Rida Ananda membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian di halaman Balai Kota Payakumbuh, Senin (27/04/2026). Pesan yang disampaikan tegas—otonomi daerah hanya akan efektif jika dibarengi koordinasi yang solid dan terukur.

“Otonomi daerah adalah instrumen strategis untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Namun tanpa sinergi, hasilnya tidak akan optimal,” tegasnya.

Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, pemerintah menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal. Namun di lapangan, idealisme itu kerap berbenturan dengan realitas: perencanaan dan penganggaran pusat–daerah yang belum sepenuhnya selaras.

Rida tidak menutup fakta tersebut. Ia menyebut ketidaksinkronan sebagai salah satu titik lemah utama yang memicu tumpang tindih program, duplikasi anggaran, hingga menurunnya efektivitas pembangunan.

“Integrasi perencanaan dan penganggaran masih belum optimal. Ini yang harus kita benahi bersama,” ujarnya.

Selain persoalan koordinasi, reformasi birokrasi juga menjadi sorotan. Pemerintah daerah dituntut meninggalkan pola kerja administratif yang lamban menuju birokrasi berbasis hasil (outcomes), adaptif, dan responsif melalui pemanfaatan teknologi terintegrasi.

Di sisi lain, kemandirian fiskal masih menjadi pekerjaan rumah besar. Ketergantungan terhadap dana transfer pusat dinilai membatasi ruang gerak daerah dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Penguatan fiskal daerah menjadi kunci agar kita lebih fleksibel dan tidak selalu bergantung,” kata Rida.

Tak hanya itu, ia juga mendorong kolaborasi antardaerah untuk menyelesaikan persoalan lintas wilayah—mulai dari transportasi, lingkungan, hingga pengelolaan sampah—yang tidak bisa diselesaikan secara parsial.

BACA JUGA :  Setelah Penantian Panjang, 20 P3K Guru di Kota Payakumbuh Kembali Terima SK 

Dalam konteks pelayanan publik, fokus tetap diarahkan pada sektor dasar: pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, dan perlindungan sosial. Di tengah tekanan global seperti krisis ekonomi, ketahanan pangan, dan perubahan iklim, daerah dituntut lebih tangguh dan inovatif.

Upacara yang berlangsung khidmat itu juga diwarnai penyerahan penghargaan lomba kelurahan berprestasi tingkat Kota Payakumbuh. Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang keluar sebagai juara pertama, disusul Bulakan Balai Kandi di posisi kedua, dan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo di peringkat ketiga.

Namun di balik seremoni dan penghargaan, pesan utamanya jelas: otonomi daerah belum sepenuhnya tuntas. Tanpa sinkronisasi yang kuat dan keberanian berbenah, otonomi berisiko hanya menjadi jargon—bukan solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat(Ken)

Post Views: 150
Author

admin@domi

Follow Me
Other Articles
Previous

Proyek Rehabilitasi MAN 3 Padang Panjang Dikawal Ketat, PT Adhi Karya Diduga Langgar Aturan & Standar Teknis

Next

Payakumbuh Jadi Motor Emas Sumbar di Kejurnas Jambi Open 2026

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,725)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,210)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,501)

TERBARU

  • Zulmaeta Sentil ASN Pemburu Sertifikat: Kompetensi Bukan Sekadar Kertas
  • Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan, Pemkab Solok Launching Sistem Pengendalian Kinerja SPKPD
  • BPK Bongkar Persoalan Sampah Payakumbuh, Pemko Siapkan Pembenahan dari Hulu ke Hilir
  • Pupuk Bersubsidi Tak Boleh Bocor, Payakumbuh Bongkar Data dan Perketat Pengawasan
Copyright 2026 — Padang Expo