Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Tanah Datar/Alek Kapalo Banda, Kearifan Lokal Gambaran Kebersamaan dan Kekompakan
Tanah Datar

Alek Kapalo Banda, Kearifan Lokal Gambaran Kebersamaan dan Kekompakan

By Admin Padang Expo
15/05/2022

| padangexpo.com (Tanah Datar )

Alek kapalo banda atau lebih jelasnya adalah syukuran masyarakat di jorong Pincuran Tujuh nagari Batipuh Baruah kecamatan Batipuh kabupaten Tanah Datar, merupakan salah satu tradisi yang sudah turun temurun sejak seratusan tahun yang lalu hingga saat ini masih tetap dilakukan oleh masyarakat setempat, ibaratnya tradisi ini tidak pernah luntur seiring berjalannya waktu.

Jorong Pincuran Tujuh yang terletak sekitar kurang lebih 30 km dari pusat kota Batusangkar ini memang letaknya yang berada di dataran tinggi (di perbukitan) dan memiliki mata air yang terletak disekitar satu-satunya masjid di jorong tersebut, yaitu masjid Nurul Qalbi. Mata air tersebut sejak dari zaman dahulu sampai hari ini tidak pernah kering, sekalipun sedang musim kemarau.

Mata air tersebutlah yang menjadi sumber mata air bersih bagi masyarakat disini, sekaligus juga dimanfaatkan untuk mengaliri puluhan hektare sawah masyarakat. Disekitar mata air itu saat ini juga telah dibuat sebuah bak penampungan air oleh warga dan dibuat pancuran sebanyak 7 (tujuh) buah yang dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih, mandi, mencuci juga kebutuhan air lainnya.

Begitulah tradisi ini setiap tahunnya selalu dilaksanakan, seperti halnya hari ini Sabtu (14/5) masyarakat jorong Pincuran Tujuh nagari Batipuh Baruah melaksanakan alek kapalo banda yang ke 113 kalinya. Artinya tradisi ini sudah dilaksanakan selama 113 tahun lamanya secara terus menerus.

Bupati Tanah Datar Eka Putra yang hadir pada acara tersebut menyampaikan ucapan terimakasih atas terlaksananya kegiatan ini, menurutnya ini merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat yang menggambarkan kebersamaan dan kekompakan masyarakat yang saat ini sudah jarang ditemukan.

Dikesempatan itu, Bupati Eka Putra juga berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan sebagai kearifan lokal. “Mudah-mudahan ini bisa terus kita pertahankan, sehingga menjadi contoh bagi 300 lebih jorong lainnya yang ada di Tanah Datar. Yakinlah pemerintah bersama DPRD akan selalu ada dan siap membantu semaksimal mungkin,” ujar Eka Putra dihadapkan ratusan warga masyarakat jorong Pincuran Tujuh.

BACA JUGA :  Pemkab Tanah Datar Lakukan Percepatan Layanan Bajak Gratis, Kecamatan Batipuh Tertinggi Dalam Realisasi

Selanjutnya, Eka Putra juga menyampaikan informasi terkait dengan program unggulan pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang semuanya ditujukan untuk menyejahterakan masyarakat.

Sementara, Ketua DPRD Tanah Datar Roni Mulyadi Dt Bungsu yang juga hadir pada kesempatan itu sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Bupati. Dia mengatakan, tradisi seperti ini perlu untuk terus dipertahankan dan pihaknya sebagai wakil rakyat selalu mendukung apapun yang diminta oleh masyarakat.

Dilain pihak Wali Nagari Batipuh Baruah Mulyadi BJ mengharapkan tradisi alek kapalo banda masyarakat jorong Pincuran Tujuh ini bisa dijadikan sebagai event daerah dan pihaknya siap berkoordinasi menerima arahan dari pemda terkait tata cara pelaksanaannya.

Sementara salah seorang tokoh masyarakat setempat C. Dt. Mudo, menjelaskan bahwa alek kapalo banda ini merupakan tradisi yang turun dari mamak ke kamanakan.

“Ini sebuah nazar yang harus kami lakukan,” terangnya.

Dia juga menyebutkan, bahwa tradisi yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh masyarakat jorong Pincuran Tujuh ini selain nazar juga dimaksudkan untuk memupuk tali silaturahmi antar sesama.

Tampak hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas PMDPPKB Novendril, Plt. Kepala Dinas Pertanian Sri Mulyani, Kabag Pokopim Dedi Tri Widono, Camat Batipuh Khairunnas beserta Forkompimca, Kepala Bidang Pariwisata Efrison, Wali Nagari Gunung Rajo, KAN, BPRN, angku-angku, niniak mamak, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta undangan lainnya. (Dwi/d13/Pkp)

Post Views: 560
Author

Admin Padang Expo

Follow Me
Other Articles
Previous

Bupati Eka Putra : Sebagai Perpanjangan Tangan Bupati, Camat Harus Melek Informasi 

Next

Kader Dasawisma TP-PKK Nagari Pakan Rabaa Lakukan Pendataan Secara Door to Door, Datangi Rumah Warga

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,748)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,237)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,530)

TERBARU

  • Tiga Kandidat Berebut Kursi Ketua PWI Paliko 2026–2029, Wandi: PWI Rumah Bersama Wartawan
  • Ketahuan Ambil 13 Karung Beras, Pria 39 Tahun Diciduk di Huller Piobang
  • Payakumbuh Bidik Pasar Global, Kriya Sulam dan Anyam Didorong Naik Kelas
  • Tak Sekadar Kirim Bantuan, Payakumbuh Turunkan 61 Personel dan Armada Bantu Solok Pulihkan Dampak Banjir
Copyright 2026 — Padang Expo