Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Tanah Datar/Jajaki Kerjasama, Wabup Tanah Datar Sambut Kedatangan Tim Fakultas Pertanian Unand
Tanah Datar

Jajaki Kerjasama, Wabup Tanah Datar Sambut Kedatangan Tim Fakultas Pertanian Unand

By Admin Padang Expo
29/10/2021

| padangexpo.com (Tanah Datar)

Hampir 60% masyarakat di Tanah Datar menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian, karenanya pemerintah daerah sepakat mencari solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengupayakan peningkatan produk pertanian dan mengurangi biaya produksi dengan mencetuskan program biaya bajak sawah gratis.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian, SH.,MH pada kegiatan Kunjungan Tim Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) dalam rangka Penjajakan untuk Menjalin Kerjasama, Kamis (28/10/2021) di Aula Eksekutif Kantor Bupati.

Turut menghadiri Dekan Fakultas Pertanian Unand, Dr. Ir. Indra Dwipa, MS, Dosen Pertanian, Prof. Dr. Ir. Irfan Suliansyah, MS, Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar, Ir. Yulfiardi, Kepala Bagian Pemerintahan, Abdurrahman Hadi, S. STP, M,M dan tamu undangan lainnya.

Richi menyampaikan, saat ini di Tanah Datar masih ada beberapa masalah dibidang pertanian, diantaranya penggunaan pestisida yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas tanah, kemudian perlu mengembalikan bibit dan varietas lokal yang ada.

“Tentunya kami sangat butuh bimbingan dari Fakultas Pertanian Unand dengan bentuk jalinan kerjasama yang tertuang dalam rencana kerja, dimana ke depan kita harapkan akan menghasilkan produk lokal yang bisa diangkat menjadi varietas unggul,” ujarnya.

Kemudian diakhir penyampaiannya, Wabup Richi Aprian mengucapkan terima kasih atas rencana kerjasama dengan Fakultas Pertanian Unand.
“Semoga rencana ini berjalan lancar, tidak hanya menguntungkan pihak Pemda tetapi juga menyelesaikan permasalahan pertanian yang ada di masyarakat. Karena yang direncanakan Fakultas Pertanian Unand sesuai dengan apa yang kami harapkan,” tukas Richi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Yulfiardi berharap dengan adanya kerjasama ini, akan menghasilkan varietas padi unggul nasional seperti cisokan dan Sijunjuang. “Dengan penerapan teknologi, produksi padi yang menurun pada 5,2 ton per hektar, bisa meningkat lagi mencapai 7 atau 8 ton per hektar dengan indeks panen juga meningkat 3 atau 4 kali pertahun, pada saat ini indeks panen hanya 2,7 pertahun,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bupati Eka Putra Pimpin Apel Gabungan ASN Usai Cuti Bersama

Yulfiardi juga menyampaikan permasalahan efisiensi tanam sayuran yang rendah. “Permasalahan efisiensi rendah karena banyak petani yang menggunakan pupuk kimia dan pestisida berlebihan, maka diperlukan peran teknologi untuk meningkatkan efisiensi tanam sayur,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian, Indra Dwipa menyampaikan kesiapannya mandampingi dan membantu mengatasi masalah-masalah pertanian yang ada di Tanah Datar.
“Kami siap membantu pengembangan pertanian ke depan, baik dalam hal teknis operasional di lapangan maupun dalam menentukan kebijakan-kebijakan tertentu yang berkaitan dengan pengembangan pertanian,” katanya.

Kemudian disebutkan Indra Dwipa, hal pertama yang harus dilakukan untuk mencapai target panen 3 sampai 4 kali per tahun adalah mengidentifikasi permasalahan, kemudian menindaklanjuti dalam penyelesaian masalah.

“Kalau untuk mencapai target peningkatan jumlah panen, langkah yang harus dilakukan adalah menyiapkan pembenihan, pengadaan sarana dan prasarana seperti distribusi pengairan, teknologi pertanian, sampai ketersediaan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia,” kata Indra. (dwi/hms)

Post Views: 496
Author

Admin Padang Expo

Follow Me
Other Articles
Previous

Guna Capai Herd Immunity, Pemkab Solsel Maksimalkan Vaksinasi CoVID-19 di 28 Titik

Next

Bandara Ngurah Rai Bali Jadi yang Pertama Terapkan Pembayaran Berbasis QRIS di Kawasan Bea Cukai

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,732)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,223)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,515)

TERBARU

  • Hujan Iringi Kepergian Yasril, Birokrat Senior Payakumbuh Tutup Usia 57 Tahun
  • Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Administrasi, Kinerja Jadi Penentu
  • Petani Berdasi Mulai Beraksi, ASN Payakumbuh Turun Tangan Kendalikan Inflasi
  • Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polres Payakumbuh Tembus 3 Besar KOMPOLNAS Awards 2026
Copyright 2026 — Padang Expo