Payakumbuh Sabet Dua Penghargaan Inovasi Sumbar
padangexpo.com // Padang
Kreativitas dan inovasi warga Kota Payakumbuh kembali mencuri perhatian di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Tepat Guna tingkat provinsi, Payakumbuh sukses membawa pulang dua penghargaan sekaligus.
Prestasi tersebut diraih pada kategori Teknologi Tepat Guna dan Teknologi Tepat Guna Unggulan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada kategori Teknologi Tepat Guna, Payakumbuh meraih Juara II melalui inovasi Alat Pendeteksi Kualitas Makanan dan Minuman Portable yang dikembangkan inovator dari SMP Islam Raudhatul Jannah.
Sementara pada kategori Teknologi Tepat Guna Unggulan, Payakumbuh meraih Juara III melalui inovasi Savior dengan Sensor Objek, berupa perangkat pemantauan hama pertanian berbasis sensor yang dikembangkan Kepala SMA Boarding School Raudhatul Jannah.
Penghargaan diserahkan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy di Padang, Senin (17/8/2026), bertepatan dengan rangkaian upacara penurunan Bendera Merah Putih.
Capaian tersebut bukan diraih secara instan. Proses seleksi dan penilaian berlangsung sekitar tiga bulan melalui kompetisi yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Barat dengan melibatkan tim penilai independen dari kalangan akademisi.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan apresiasi kepada para inovator, siswa, pembimbing dan seluruh pihak yang ikut mengembangkan karya tersebut.
“Selamat dan apresiasi tertinggi kepada para inovator beserta seluruh tim pendukung yang telah mengharumkan nama Kota Payakumbuh melalui karya-karya inovatif. Semoga inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi solusi terhadap berbagai persoalan dan isu yang berkembang di tengah masyarakat,” ujar Zulmaeta.
Ia mendorong para inovator untuk tidak berhenti setelah meraih penghargaan, tetapi terus melahirkan karya yang memiliki dampak nyata.
“Teruslah berkreativitas dan berinovasi tanpa batas untuk kota yang kita cintai,” katanya.
68 Inovasi dalam Enam Tahun
Kepala Bappeda Kota Payakumbuh Syafwal menilai dua penghargaan tersebut memperlihatkan besarnya potensi inovasi yang tumbuh dari kreativitas masyarakat Payakumbuh.
Data inovasi Teknologi Tepat Guna yang dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mencatat Payakumbuh menghasilkan 68 inovasi sepanjang 2019 hingga 2025. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbanyak di antara kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Namun, Syafwal menegaskan bahwa inovasi tidak cukup hanya menghasilkan karya. Perlindungan terhadap karya tersebut juga harus diperkuat agar memiliki kepastian dan peluang pengembangan lebih luas.
“Hal yang harus kita kejar tahun depan adalah memfasilitasi Hak Kekayaan Intelektual sebagai bentuk perlindungan terhadap karya cipta para inovator,” ujarnya.
Koordinator Inovasi Kota Payakumbuh Robby Hafanos mengatakan pengembangan inovasi di daerah diarahkan berdasarkan riset sekaligus kebutuhan nyata masyarakat.
Melalui inovasi SIPEKAT, pemerintah melakukan penjaringan dan pengembangan inovasi dengan memetakan berbagai isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat.
Isu tersebut kemudian menjadi pijakan dalam merancang inovasi yang diharapkan mampu menjawab persoalan dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung.
“Ini merupakan usaha terbaik melalui tahapan pengusulan yang matang. Walaupun belum berhasil meraih Juara I, kita berhasil membawa pulang juara pada dua kategori sekaligus. Semoga tahun depan prestasinya bisa lebih baik lagi,” kata Robby.
Bukan Sekadar Piala
Prestasi Payakumbuh di tingkat provinsi bukanlah capaian pertama yang membuka jalan menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Pada 2024, Payakumbuh menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Sumatera Barat yang mewakili provinsi tersebut dalam kompetisi tingkat nasional dan berhasil meraih Juara IV Nasional.
Dua penghargaan yang diraih tahun ini pun menjadi kado istimewa bagi Payakumbuh di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Lebih dari sekadar piala dan sertifikat, capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari ruang penelitian besar. Ia bisa tumbuh dari sekolah, kreativitas siswa, pemikiran pendidik dan kegelisahan masyarakat melihat persoalan di sekitarnya.
Kini tantangannya adalah memastikan karya-karya tersebut tidak berhenti sebagai pajangan kompetisi.
Payakumbuh diharapkan mampu membawa inovasi dari meja penilaian menuju pemanfaatan nyata, sehingga teknologi yang lahir dari kreativitas lokal benar-benar menjadi solusi yang aplikatif, berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Sebab, ukuran keberhasilan sebuah inovasi pada akhirnya bukan hanya seberapa tinggi penghargaan yang diraih, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan(Ken)