Skip to content
-
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

Padang Expo Padang Expo

Tegas dan Santun Memberikan Informasi

  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
  • Beranda
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Kab/Kota
    • Agam
    • Pemko Bukittinggi
    • Kab. Solok
    • Kota Solok
    • Limapuluh Kota
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Tekno
Close

Search

Home/Kab/Kota/Tanah Datar/Kunjungi Songket Pandai Sikek, Menteri PPN Suharso Monoarfa : Ternyata Menenun Sulit, Wajar Punya Nilai Tinggi
Tanah Datar

Kunjungi Songket Pandai Sikek, Menteri PPN Suharso Monoarfa : Ternyata Menenun Sulit, Wajar Punya Nilai Tinggi

By Pemred : Dody S
10/04/2021

| padangexpo.com

Tenunan Songket Pandai Sikek sudah diakui secara Nasional bahkan sudah mendunia, hal inilah yang membuat Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa berkunjung dan melihat proses pengerjaan songket Pandai Sikek tersebut secara langsung, Sabtu (10/04) di Nagari Pandai Sikek Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat.

Saking tertariknya Monoarfa bersama isteri tanpa segan langsung mencoba bagaimana merajut benang dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) itu.menjadi kain songket yang bernilai jual tinggi.

“Ternyata menenun itu memang rumit, wajar saja mempunyai nilai yang tinggi,” ujarnya saat mencobakan menenun dengan alat tenun manual tersebut.

Didampingi Bupati Tanah Datar yang diwakili Kepala Baperlitbang Alfian Jamrah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat Nasrizal, Menteri Monoarfa bersama isteri dan rombongan juga melihat para pengrajin ukiran Minangkabau di Nagari Pandai Sikek.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar Nasrizal mengatakan kunjungan Menteri PPN ini ke pusat tenun Pandai Sikek merupakan berkah bagi Sumbar, khususnya Tanah Datar, karena dapat mempromosikan produk tenun Pandai Sikek dan kondisi terkini dimasa pandemi kepada Menteri yang merancang pembangunan di Indonesia itu.

“Tenun Pandai Sikek kita tahu sudah terkenal sejak lama dan berakar dari budaya masyarakat kita di Sumatera Barat khususnya di Nagari Pandai Sikek yang juga spesifik,” ujarnya.

Dikatakan Nasrizal, kepada Menteri juga sudah dilaporkan tentang kondisi sarana dan prasarana yang perlu ditingkatkan lagi, SDM, pemasaran serta akses jalan menuju Nagari Pandai Sikek yang masih sempit.

Nasrizal berharap apa yang sudah disampaikan kepada Menteri menjadi perhatian dan kajian bagi Bappenas sehingga perekonomian di Sumatera Barat dapat bangkit kembali.

“Terkait kain Songket Pandai Sikek, Pak Menteri bersama isteri yang juga anggota DPR RI sangat kagum bahkan memborong hingga puluhan songket, saya yakin ini juga menjadi promosi yang luar biasa nantinya,” ujar Nasrizal.

BACA JUGA :  Hadiri Reuni Lintas Angkatan SMA 1 N Batusangkar, Bupati Eka : Semakin Sukses Usaha dan Karir

Hal senada juga disampaikan Bupati Tanah Datar yang diwakili Kepala Baperlitbang Alfian Jamrah yang berharap dari kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas ini ada tindak lanjutnya seperti adanya bantuan alat-alat tenun dari Pemerintah Pusat seperti ATBM yang sudah dimodifikasi.

“Kita berharap kunjungan ini dapat menjadi ajang promosi di Kementerian dan DPR RI dan adanya bantuan dari kementerian seperti ATBM yang sudah dimodifikasi sehingga dapat meningkatkan hasil tenun dengan cepat,” ujarnya.

Mefi salah satu pengusaha tenun di Nagari Pandai Sikek mengatakan ATBM yang sudah dimodifikasi memang sangat dibutuhkan pengrajin karena proses pengerjaan lebih mudah dan cepat, yang biasanya satu selendang itu dikerjakan membutuhkan waktu satu bulan dengan ATBM ini bisa delapan hingga sepuluh hari saja atau satu bulan bisa tiga selendang. (dwi/hms)

Post Views: 539
Author

Pemred : Dody S

Follow Me
Other Articles
Previous

Bupati Tanah Datar Resmikan Nagari Binaan Berbasis IT di Tabek Patah Salimpaung

Next

Wabup Richi Aprian Tinjau Warga yang Terdampak Cuaca Ekstrim di Nagari Rao Rao

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

REDAKSI

  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • KODE ETIK INTERNAL
  • VISI & MISI
  • TARIF IKLAN

POPULER

  • Agam68 Link Login Alternatif (35,725)
  • Seni Ukir Tradisional Minangkabau, Bada Mudiak Lambang Kerukunan Hidup Masyarakat Minangkabau (6,215)
  • Motif Ukiran Tradisional Minangkabau Pada Istano Basa Pagaruyung dan Nilai Yang Terkandung di Dalamnya (5,502)

TERBARU

  • Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polres Payakumbuh Tembus 3 Besar KOMPOLNAS Awards 2026
  • Zulmaeta Sentil ASN Pemburu Sertifikat: Kompetensi Bukan Sekadar Kertas
  • Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan, Pemkab Solok Launching Sistem Pengendalian Kinerja SPKPD
  • BPK Bongkar Persoalan Sampah Payakumbuh, Pemko Siapkan Pembenahan dari Hulu ke Hilir
Copyright 2026 — Padang Expo